.
Diluar
kamar masih ramai terdengar keluarga yang masih bersunda gurau, malam ini
10 Juni 2014 menunjukan jam 12.09 malam, aku di kamar sendiri sambil
mengetik keyboard di laptopku untuk mengisi blogku yang masih kosong,
ini tulisan perdanaku di blog ini. Sebenarnya bukan ini saja blogku,
masih banyak blogku yang lain tapi ini adalah blog aku khusus untuk
menceritakan kisah keseharianku sehari-hari yang 3-penting saja.
Mungkin Sangat sayang bagi kita apa yang kita lalui terbuang begitu saja tanpa catatan, karena apa yang kita lalui itu semua akan berlalu dan akan menjadi sejarah yang tak akan kita dapatkan lagi kedepannya.
Mungkin Sangat sayang bagi kita apa yang kita lalui terbuang begitu saja tanpa catatan, karena apa yang kita lalui itu semua akan berlalu dan akan menjadi sejarah yang tak akan kita dapatkan lagi kedepannya.
Sebenarnya
alasanku yang utama mencatat hari-hariku di blog ini sebagai
media mengenang masa lalu yang mungkin saja bisa terlupakan.
Dengan media blog ini kenangan yang mungkin saja terlupakan akan
teringat kembali sebagai ingatan tertulis yang bisa di buka kembali di
masa yang akan datang yang mungkin terlupakan.
Teringat dengan Semboyan terkenal yang diucapkan Bung Karno yaitu JASMERAH "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah", Adalah benar adanya hari ini dan esok dipengaruhi masa lalu, dengan belajar dari sejarah kita bisa belajar dari masa lalu dan memperbaikinya dimasa kini dengan rencana dan mewarnai masa depan sesuai dengan kehendak dan selera kita. Tentu saja tidak terlalu berekspektasi tinggi karena kehidupan tidak sepenuhnya selalu sesuai dengan apa yang kita kira dan inginkan dengan berikir seperti ini mencegah kita berharap pada sesuatu yang diluar kendali kita yang membuat kita jatuh pada ketudak nyamanan dan rasa sakit.
Karena setiap langkah dan tindakan itu ada hikmah yang kita petik untuk pembelajaran kehidupan kita selanjutnya.
Hidup ini hanya sekali, Apa artinya diri ini yang secara personal hidup di dunia ini di lupakan begitu saja, ibaratkan terlahir sebagai binatang, hidup, mencari makan, beranak dan mati. Lahir dan mati tak melakukan hal yang berguna.
Hidup ini selalu berubah-ubah bagaikan hari demi hari di lalui dengan panas dan hujan. sebagaimana diri kita sendiri, kadang senang, kadang susah. Inilah hidup, tergantung kita bagaimana menyikapi hidup ini.
Teringat dengan Semboyan terkenal yang diucapkan Bung Karno yaitu JASMERAH "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah", Adalah benar adanya hari ini dan esok dipengaruhi masa lalu, dengan belajar dari sejarah kita bisa belajar dari masa lalu dan memperbaikinya dimasa kini dengan rencana dan mewarnai masa depan sesuai dengan kehendak dan selera kita. Tentu saja tidak terlalu berekspektasi tinggi karena kehidupan tidak sepenuhnya selalu sesuai dengan apa yang kita kira dan inginkan dengan berikir seperti ini mencegah kita berharap pada sesuatu yang diluar kendali kita yang membuat kita jatuh pada ketudak nyamanan dan rasa sakit.
Karena setiap langkah dan tindakan itu ada hikmah yang kita petik untuk pembelajaran kehidupan kita selanjutnya.
Hidup ini hanya sekali, Apa artinya diri ini yang secara personal hidup di dunia ini di lupakan begitu saja, ibaratkan terlahir sebagai binatang, hidup, mencari makan, beranak dan mati. Lahir dan mati tak melakukan hal yang berguna.
Hidup ini selalu berubah-ubah bagaikan hari demi hari di lalui dengan panas dan hujan. sebagaimana diri kita sendiri, kadang senang, kadang susah. Inilah hidup, tergantung kita bagaimana menyikapi hidup ini.
Hidup itu seperti emosi datang dan pergi, seperti langit yang terang nan cerah yang dilalui kabut awan cerah dan awan mendung yang lewat, kadang sedih dan kadang bahagia.
Esensinya kita ini adalah langit bersih yang lapang, luas tenang, tak berwarna dan tak terbatas dan tak lekang oleh waktu dan tak pernah rusak oleh apapun.
Kita adalah langit yang sering diilalui oleh cuaca yang melintas, awan putih, awan mendung, hujan dan badai yang pada akhirnya ia akan berlalu dan kembali langit yang cerah. Tapi tunggu dulu, kita jangan berharap langit akan selalu cerrah terus kita mesti ingat langit cerah itu akan kembali mendung lalu hujan dan bisa saja di landa badai kembali, tugas kita hanyalah mengmati dan jangan tenggelam.
Amati langit yang cerah, "oh, sekarang langit sedang cerah muncul rasa senang dan bahagia tapi meski ini hal positif jangan tenggelam dalam hal ini, ia bisa menimbulkan rasa euforia hati--hati ini jika dibiarkan atau tenggelam kita bis terlena bisa menimbulkan sisi negatif dan menenggelamkan dan menghilangkan kesadaran atau lupa diri, hati2 ego bermain disini, tenang saja untuk menghadapinya cukup diamati dan dirasakan.
Maju kena, diam kena dan mundurpun kena, inilah yang kita sebagai individu hadapi. Ungkapan maju kena, mundur kena diampun kena ini secara filosofis menggambarkan situasi dilema absolut yaitu situasi serba salah yang kita hadapi.
Ungkapan maju kena, mundur kena, dan diam pun kena secara tekstual teks ini menyisakan kesan negatif, tetapi kalau dilihat dari konteksnya, secara filosofis bukanlah menggambarkan hal yang buruk, melainkan merefleksikan kondisi mendalam tentang kebebasan, tanggung jawab, dan realitas kehidupan manusia.
Ketika seseorang individu memilih untuk maju, ia akan dihadapkan kepada tanggung jawab, beban, dan berpotensi kehilangan hak kebebasannya, setiap tindakan nyata akan membawa ketidak pastian, resiko, dan ketidak pastian yang tidak sepenuhnya bisa dikontrol.
Jika kita memutuskan untuk mundur ( menyerah, lari dari masalah, atau kembali pada masa lalu ) ia berharap menemukan rasa aman dibalik itu semua, tetapi justru ini akan memperparah keadaan yang memang pada awalnya tak baik menjadi sesuatu yang lebih buruk. Sikap ini memperparah keadaan, ada potensi kehilangan kesempatan yang datang, dan penurunan kualitas diri untuk bertumbuh. "mundur kena" menunjukan kalau lari dari kenyataan tidak menghilangkan masalah, melainlan merubah bentuk menjadi penderitaan di masa depan.
Ketika individu memilih untuk diam (pasif, tidak mengabil keputusan atau berharap waktu yang berbicara atau waktu yang menyelesaikannya) ia sebenarnya sedang melakukan tindakan untuk tidak nemilih, dan tindakan untuk tidak memilih, inipun adalah sebuah pilihan, dan tidak memilih tetaplah sebuah pilihan. Diampun menyadarkan kita jika tak bergerak keluar dari kepasifan kita akan tergilas oleh buldoser waktu, kehilangan kontrol atas dirinya dan membiarkan orang lain atau sitiasi menentukan tadirnya.
Penerimaan atas penderitaan yang tak terhindarkan. Menyadari bahwa kehidupan penderitaan adalah bagian dari hidup,, hidup pada dasarnya penuh resiko dan ketidak pastian, tidak ada pilihan yang aman 100 persen terbebas dari rasa sakit.
Keberanian memilih penderitaan. Karena semua pilihan ada harganya, kunci utamanya adalah bukan menghindari resiko dan rasa sakit, tetapi dapat memilih resiko yang mana yang siap kita pertanggungjawabkan. Pendderitaan karena maju lebih bermakna daripada diam dan membusuk dari dalam dan hancur lebur tak utuh.
Kedaulatan diri. Jika kita menyadari diam kena dan mundurpun jugs kena, kita dipaksa untuk keluar menjadi korban dalam keadaan serba salah. Jika pada akhirnya tetap saja menanggung konsekuensi, maka melangkah maju secara sadar adalah satu-satunya pilihan yang menyisakan bermartabat dan ruang untuk bertumbuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar