Kamis, 30 Juli 2026

Dedi Mulyadi Vs Taufik Hidayat

Sore hari yang tak panas aku duduk di teras warung yang sudah terisi meja dan bangku, aku duduk santai tanpa distraksi oleh SmartPhone yang terhubung dengan internet, juga tidak hanya sekedar scrol medsos dan video.

Aku duduk di meja paling depan warungku di paling pojok, aku duduk sambil menyandarkan kursi dan punggungku menempel ke dinding sambil menyeruput teh TongTji  tua tanpa gula di gelas kaca kecil bertangkai bertuliskan "TongTji"

Biasa aku duduk sambil menunggu pelanggan yang datang sambil memandangi kendaraan yang berlalu lalang, itu kulakukan kalau tak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan karena pekerjaan yang harus dilakulan sudah terselesaikan.

Ada adik perempuanku turun dari loteng datang mengabarkan bahwa ia mendengar informasi dari berita viral dimedsos bahwa ada kasus Taufik hidayat sedang menyekap perempuan yang tak lain adalah pacarnya sendiri, bahwa perempuan ini dikabarkan hilang selama 3 tahun hanya sesekali kabar dan pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan sudah masuk berkas kepolisian dan dinyatakan dalam kasus perkara daftar pencarian orang hilang.

Entah bagaimana ceritanya, kasus ini mendapat respon keras oleh Gubernur Jawa barat yaitu  Dedi Mulyadi atau biasa di sebut Kang Dedi atau KDM. Beliau ini adalah seorang politikus dan juga seorang Youtuber, Youtuber yang sambil menjabat seorang gubernur.

Sang Gubernur ini langsung saja mengeluarkan statement membuat sayembara kepada Masyarakat bahwa siapa saja yang dapat mendapatkan sosok Taufik Hidayat ini akan mendapatkan hadiah  sebesar dua ratus lima puluh juta Rupiah, tentu saja pernyataan ini cepat tersebar dan viral.

Sempat ada perdebatan pro dan kontra akibat cara si Kang Dedi ini mencari buronan si Taufik Hidayat kalau cara si kang  Dedi ini bisa menimbulkan Hal yang negatif dengan korban salah tangkap karena yang bertindak bukan lagi aparat keamanan tapi khalayak masyarakat yang berpartisifasi dalam pencarian ini dan tau saja jika masyarakat yang turun tangan bisa saja rusuh dan berakhir main hakim sendiri dan bisa menjadi masalah yang tak diinginkan yaitu muncul korban salah tangkap yang berakhir penghakiman Masyarakat.

Tetapi banyak juga yang mendukung cara Kang Dedi ini karena sangat efektif dalam menemukan sesuatu target yang dicari karena melibatkan orang banyak yaitu melibatkan Masyarakat Indonesia 

Setelah kasus Taufik Hidayat, muncul lagi sayembara yang diadakan Gubernur Jawa barat ini yaitu sayembara menangkap begal, rampok, copet dan berbagai kejahatan lainnya dengan imbalan uang lima sampai lima puluh juta rupiah diserahkan dalam keadaan hidup sontak langkah ini mendapatkan kritk tajam dari praktisi hukum Yusril ihzamahendra dan Menteri Hak Asasi Manusia atau HAM Natalius Pigai bahwa cara Dedi Mulyadi si Gubernur Jawa Barat ini melanggar HAM yang mengajak masyarakat untuk main hakim sendiri dari sayembaranya.

Kasus di Bali seorang pencuri tewas dihakimi Masa karena maling ayam diperkampungan warga karena warga jengkel dikampungnya kerap sekali kehilangan ayam usut punya usut ternyata pencuri ini pernah tertanggap oleh polisi  dengan kasus yang sama yaitu maling ayam . Orang ini pencuri khusus ayam aduan yang memang tergolong mahal harganya, kali terakhir ini ia apes dan nyawanya berakhir ditangan warga kampung yang jengkel karena ayam di kampung itu sering hilang.

Korban menyisakan Luka mendalam yang  dirasakan kepada keluarga korban penghakiman masa dengan dua orang anak dan istri yang ditinggalkan. 

Sempat ada beberapa pihak mengaitkan kasus pencurian ayam di Bali yang tewas di hakimi warga sekitar dengan isu yang melibatkan sayembara Dedi Mulyadi ini hingga saat ini tidak ada bukti keterkaitan ini. 

Dedi Mulyadi memberikan santunan kepada kedua anak korban hanya atas dasar kemanusiaan bukan ada sangkut pautnya dengan dengan sayembara atau pelanggaran HAM.

Dan sampai saat ini dari pihak kepolisian tidak ada mengkonfirmasi kasus ini berkaitan dengan isu sayembara Dedi Mulyadi jadi ini adalah murni perdebatan dan opini ruang publik saja.










Jumat, 10 Juli 2026

Yatai

Hari minggu yang panas, jam menunjukan pukul 14:46 dihari yang damai, mulai pagi jam delapan pagi aku membuka jualanku seorang diri tanpa ada yang menemani.

 Ya, memang biasa sendiri aku berkerja karena aku masih bisa menghandle-nya yang mungkin orang yang tak biasa melakukan pekerjaan yang aku lakukan ini mungkin agak kewalahan. Aku biasa saja.

 Ini seperti pedagang makanan di Jepang yang disebut "Yatai" atau One Man Operation tapi bedanya aku dii Rumah Makan (agak lumayan dan tidak repot bongkar pasang lapak)  dan mereka pedagang kaki lima, sebenarnya aku salut dengan mereka, bangun pagi-pagi sebelum matahari terbit sudah pergi kepasar, sebelum buka warung mereka menyiapkan dan memasak untuk menjual nantinya ketika di lapak. 

Ketika sampai dilapak mereka menyusun rangka-rangka gerobak, menyusun kompor, memasang tenda, memasak air, menyusun makanan yang sudah dipersiapkan dari rumah,  menyusun piring-piring dan gelas-gelas, menyusun bangku dan meja, memasang tenda, memasang spanduk atau papan nama. Pokoknya abstrak dan membuat otak kita yang tak terbiasa terasa penuh dan mumet bagi orang biasa atau orang awam di bidang itu

Sebagian orang yang bergelut dibidang itu adalah sesuatu yang menantang. Ada rasa senang, bahagia, capek, sumpek, stres, stres ketika capek., stres ketika melayani orang banyak ketika banyak pelanggan di jam-jam ramai. Rasa itu campur aduk menjadi satu kesatuan yang membuat diri kita utuh menjadu manusia utuh sepenuhnya. Ada kenikmatan dan makna dibalik itu semua.

Kita tak tahu terang jika tak pernah berada dalam kegelapan, kita tak tau apa itu rasa manis, asam, pahit, asin kalau tak pernah merasa hambar, kita tak akan pernah merasa bahagia dan suka cita jika kita tak pernah merasa hampa, kosong, datar, sakit atau rapuh dalam keterpurukan di hidup ini. 

Apapun itu, suka duka dan suka cita adalah bagian dari hidup yang keberadaannya berdampingan dan tak terpisahkan dalam hidup, jika kita mau menerimanya apapun bentuknya rasa dalam hidup ia akan memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan kita. 

Di malam yang terlihat dingin di jalan yang sunyi tampak tenda pedagang kaki lima Jepang basah ditempa rintik hujan yang telah usai mengguyur willayah itu, tampak dari luar terlihat sunyi karena lapak pedagang makanan tertutup terpal bening yang tampak terlihat silver yang menjadikan aktifitas didalan tak terlihat dari luar, ternyata pas sang youtuber mencoba masuk dan membuka tirai penutup itu ternyata didalam itu begitu ramai pelanggan yang mennyantap makanan dan koki yang sibuk membuat makanan. 

Setelah selesai membuatkan makanan kepada pelanggannya, ia berdiri di pojok dapur sementara para pelanggan sedang sibuk melahap makanan di booth, dan "Yatai" itu berkata di depan kameranya seorang youtuber "pakai celemek itu keren ! " Sambil tersenyum didepan kamera.