Aku duduk di meja paling depan warungku di paling pojok, aku duduk sambil menyandarkan kursi dan punggungku menempel ke dinding sambil menyeruput teh TongTji tua tanpa gula di gelas kaca kecil bertangkai bertuliskan "TongTji"
Biasa aku duduk sambil menunggu pelanggan yang datang sambil memandangi kendaraan yang berlalu lalang, itu kulakukan kalau tak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan karena pekerjaan yang harus dilakulan sudah terselesaikan.
Ada adik perempuanku turun dari loteng datang mengabarkan bahwa ia mendengar informasi dari berita viral dimedsos bahwa ada kasus Taufik hidayat sedang menyekap perempuan yang tak lain adalah pacarnya sendiri, bahwa perempuan ini dikabarkan hilang selama 3 tahun hanya sesekali kabar dan pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan sudah masuk berkas kepolisian dan dinyatakan dalam kasus perkara daftar pencarian orang hilang.
Entah bagaimana ceritanya, kasus ini mendapat respon keras oleh Gubernur Jawa barat yaitu Dedi Mulyadi atau biasa di sebut Kang Dedi atau KDM. Beliau ini adalah seorang politikus dan juga seorang Youtuber, Youtuber yang sambil menjabat seorang gubernur.
Sang Gubernur ini langsung saja mengeluarkan statement membuat sayembara kepada Masyarakat bahwa siapa saja yang dapat mendapatkan sosok Taufik Hidayat ini akan mendapatkan hadiah sebesar dua ratus lima puluh juta Rupiah, tentu saja pernyataan ini cepat tersebar dan viral.
Sempat ada perdebatan pro dan kontra akibat cara si Kang Dedi ini mencari buronan si Taufik Hidayat kalau cara si kang Dedi ini bisa menimbulkan Hal yang negatif dengan korban salah tangkap karena yang bertindak bukan lagi aparat keamanan tapi khalayak masyarakat yang berpartisifasi dalam pencarian ini dan tau saja jika masyarakat yang turun tangan bisa saja rusuh dan berakhir main hakim sendiri dan bisa menjadi masalah yang tak diinginkan yaitu muncul korban salah tangkap yang berakhir penghakiman Masyarakat.
Tetapi banyak juga yang mendukung cara Kang Dedi ini karena sangat efektif dalam menemukan sesuatu target yang dicari karena melibatkan orang banyak yaitu melibatkan Masyarakat Indonesia
Setelah kasus Taufik Hidayat, muncul lagi sayembara yang diadakan Gubernur Jawa barat ini yaitu sayembara menangkap begal, rampok, copet dan berbagai kejahatan lainnya dengan imbalan uang lima sampai lima puluh juta rupiah diserahkan dalam keadaan hidup sontak langkah ini mendapatkan kritk tajam dari praktisi hukum Yusril ihzamahendra dan Menteri Hak Asasi Manusia atau HAM Natalius Pigai bahwa cara Dedi Mulyadi si Gubernur Jawa Barat ini melanggar HAM yang mengajak masyarakat untuk main hakim sendiri dari sayembaranya.
Kasus di Bali seorang pencuri tewas dihakimi Masa karena maling ayam diperkampungan warga karena warga jengkel dikampungnya kerap sekali kehilangan ayam usut punya usut ternyata pencuri ini pernah tertanggap oleh polisi dengan kasus yang sama yaitu maling ayam . Orang ini pencuri khusus ayam aduan yang memang tergolong mahal harganya, kali terakhir ini ia apes dan nyawanya berakhir ditangan warga kampung yang jengkel karena ayam di kampung itu sering hilang.
Korban menyisakan Luka mendalam yang dirasakan kepada keluarga korban penghakiman masa dengan dua orang anak dan istri yang ditinggalkan.
Sempat ada beberapa pihak mengaitkan kasus pencurian ayam di Bali yang tewas di hakimi warga sekitar dengan isu yang melibatkan sayembara Dedi Mulyadi ini hingga saat ini tidak ada bukti keterkaitan ini.
Dedi Mulyadi memberikan santunan kepada kedua anak korban hanya atas dasar kemanusiaan bukan ada sangkut pautnya dengan dengan sayembara atau pelanggaran HAM.
Dan sampai saat ini dari pihak kepolisian tidak ada mengkonfirmasi kasus ini berkaitan dengan isu sayembara Dedi Mulyadi jadi ini adalah murni perdebatan dan opini ruang publik saja.