Minggu, 03 Mei 2020

Segelintir cerita dari covid-19

Tak pernah aku rasakan dan juga terbayangkan warung tempat usahaku sesepi ini sejak masuknya virus corona di Indonesia. Virus ini sudah menjadi epidemik yang penyebarannya udah termasuk 15 kasus per 100.000 orang selama dua Minggu berturut-turut Awalnya biasa saja lama kelamaan makin parah. Alhasil semua karyawan saya rumahkan.

Sendiri dan sepi hari-hari kulalui tanpa kalian disini, "pelangganku kemana kau?" "Sakitku menantimu disini, kembalilah kau kemarilah aku menunggumu."  Dadadadudududada..

Siang dan malam seperti kota mati, terbesit diingatan, ini bagaikan kota zombie seperti di film-film horor, biasa pedagang kaki lima berjualan di pinggir jalan meramaikan pinggiran dan sudut-sudut jalan dan kini suasan begitu lengang bagaikan kota tak berpenghuni. Siang seperti tengah malam bahkan lebih sepi dari pada itu. Suasana yang aku alami sekali yang pernah terjadi dalam sepanjang hidupku.

Jaman luar biasa. Ini jaman sakit, sakitnya luar dan dalam semacam penyakit orang yang tua renta mengidap penyakit komplikasi akut ditambah isu covid-19, sakitnya luar biasa seperti anak yang pertama kali merasakan sakit gigi . konon katanya ini adalah krisis dunia terbesar setelah perang dunia ke 2. bukan hanya sekedar konon atau informasi yg berhembus tak tau arah yang asal usulnya tak jelas, ini memang informasi dari pakar ekonom tentu saja dengan data-data yang valid. 

Social, ekonomic, goverment dll terkena dampak imbasnya. Sekarang negara terkuat dan adidaya sekalipun pun tumbang tak berdaya, Negara Amerika kini adalah negara episentrum Pandemik Covid-19 setelah cina dan italia dengan jumlah kisaran hampir mencapai 150 ribu kasus dan 3000 kasus kehilangan nyawa akibat covid-19. Cina dan italia hanya kisaran 80.000 lebih kasus positif diatas cina.

Presiden Donal trump tampil disebuah acara tv berita kepada publik sebelum Pandemik Corona menyebar luas keseluruh dunia ia mengatakan bahwa ini adalah akal akalan pemerintah Cina agar dapat mengambil simpati dunia ia menuding cina membuat skenario corona. 

Tak lama sebelum kasus Corona di Wuhan Cina, Amerika udah banyak menarik saham menyisakan 20 % di negeri tirai bambu ini dan memindahkan anak perusahaan besar Amerika ke Taiwan seperti perusahaan Apple, Microsoft,  Del, DLL. Perang dagang inilah yang menjadikan Amerika awalnya mengira cina hanya berakting membuat skenario virus Corona ini untuk mengambil simpati dunia.

Kita beralih ke India kemarin sebelum sebelum Covid-19 merebak keseluruh dunia yang masih berawal dari kota Wuhan China. India muncul berita bahwa ada gesekan isu internal masalah politik dan agama antara  Islam dan Hindu sekira ada 10 orang dari umat Islam di India menjadi korban kekerasan dari extreamis Hindu India, ini extreamis Hindu ini diduga mendapat dukungan dari pemerintah India hingga umat Islam India mendapatkan deskriminasi.

Hingga muncul covid- 19 dinegeri ini. dan lockdown secara menyeluruh hingga logistik terbatas Menjadikan kondisi menjadi rumit. menurut "pakar" bahwa rakyat India di negeri ini bukan orang-orang mati akibat Covid- 19 tapi masyarakatnya mati akibat kelaparan. 

Saya berkesimpulan permasalahan di india ini mungkin udah ada campur tangan politik dalam pandemi Corona ini.

Cukup sekian dan terima kasih.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar