Minggu, 18 September 2022

Filosofi Kopi

" I kill myself or have a cup of coffe " ini adalah sebuah quot dari Albert Camus 1913-1960, seorang fiilsuf eksistensialis yang ia juga berkontribusi pada munculnya  filsafat absurdisme. Mungkin kalau diartikan kurang lebih seperti ini "Dari pada bunuh diri mending kita ngopi". "Apa?.. Kok ngopi sih..Apa sangkut pautnya bunuh diri sama ngopi" 

Kalau kita sandingkan "bunuh diri dan ngopi" suatu keterkaitan makna kata yang hubungannya sangat jauh dalam hal perasaan untuk dapat disandingkan. Apa iya perasaan atau keinginan seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya bisa diredakan atau disembuhkan hanya dengan ngopi.

Tak ayal dimana-mana sekarang ini kita cukup mudah mendapati kedai minuman kekinian yang menamai kedai mereka dengan berbau hal tentang perasaan misalkan, Cafe Lain Hati, Cafe Sakit Hati, cafe Santai dll.

Ada juga buku fiksi karya Dee menceritakan dua orang barista yang mendirikan usaha kedai kopi bersama yang bernama Filosofi Kopi (Temukan Diri anda Disini). Mungkin maksud kata "Temukan Diri Anda Disini" adalah "Temukan Jati Diri Anda" jika iya, berarti makna diatas adalah pembangkit semangat dari jiwa dalam relung hati yang paling terdalam mengasah spiritualitas yang tinggi. Widih, sampai segitunya secangkir kopi bisa memotivasi seseorang. Tapi sebenarnya memang ada dalam secangkir kopi itu memiliki kadar senyawa kimia yang bernama Kafeina Search by Google, kaffein atau yang lebih populernya adalah Kafein. Mempunyai efek menghilangkan rasa kantuk hingga dapat mengubah mood / suasana hati menjadi lebih baik hanya saja efeknya begitu kecil  dan hanya sesaat dan tak sampai menimbulkan euforia. Efek ini cuma bisa dirasakan oleh orang baru pertama meminum kopi, jika ini diminum kepada orang yang udah biasa yang menjadikannya rutinitas sehari-hari mungkin tidak menjadinya lebih berarti.

Saya sendiri setiap pagi seusai buka warung selalu menyempatkan minum kopi atau teh. Ini kopi bisa aku ganti dengan teh karena menurut aku makanan dan minuman juga punya beberapa peran penting yang membuat kesehatan tubuh dan khususnya membuat 
 suasana hati kita berubah tetapi pikiran lah punya andil besar dalam hal urusan perasaan baik ataupun buruknya  itu semua tergantung dari cara kita berpikir menyikapi keadaan dan masalah yang datang, berpikir negatif atau positif. "Anda adalah apa yang anda pikirkan."

Makanan dan minuman hanyalah sarana pendukung tetapi cara kita berpikirlah yang menentukannya. Makan dan minum bisa saja kita ganti dengan berolah raga atau jalan-jalan ditaman itu lebih efektif dari pada hanya sekedar pancingan oleh makanan atau minuman apa lagi dengan makan dan minuman yang tidak sehat.

Menurut cara pandang saya sebenarnya kebahagiaan tidak lah datang dari sesuatu dari luar diri kita akan tetapi ia datang dan muncul dari dalam diri kita sendiri tergantung kita bagaimana mengonstruksikan eksistensi diri dengan berbagai rangkaian metode yang sederhana dan juga  kompleks salah satu bagian utamanya adalah dengan berfikir positif. Gampang-gampang susah bagi sebagian orang.

Kebahagiaan bukan datang dari luar diri kita, bukan seberapa banyak uang dan harta yang kita punya, bukan kedudukan, karir dan jabatan yang kita sandang, bukan seberapa banyak anak atau apapun, ia ada dan hanya ada didalam diri kita sendiri.




 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar