Rasa lelah itu sudah berhari-hasri terasa semenjak hari minggu yang lalu, tetapi beberapa hari belakangan ini rasanya sangat ngilu, meriang, penat seperti orang kecapean, kata orang banjar "lapah", tapi rasa capek biasa dibawa rebahan atau tidur sebentar udah hilang capeknya. Tapi ini bukan capek biasa, dibawa rebahan atau tidur lama sekalipun tak hilang-hilang rasa penat itu.
Sekarang minggu ketiga dibulan Ramadan. Malam ini ku sendiri dikamar sambil facebookan, twiteran, line, ask dan instagram, sambil merindukan si doi juga dengan tubuh yang sakit sambil merenung untuk kemajuan perusahaan. Entah mengapa ku merasa yakin seperti ada wahyu atau apalah yang diturunkan "Yang Maha Kuasa" kepadaku(padahal wayu itu diturunkan hanya kepada Nabi saja, tapi sebut sajalah wahyu deh hehe..). Terlintas dibenaku sebuah ide briliant tentang usaha ini yang sudah berjalan lima tahunan. Yaitu sebuah ide makanan cepat saji, biasa dulu para pelanggan menunggu lama tentang pelayanan kami.
Mungkin ini bulan Ramadan yang penuh berkah dimana Tuhan memberikan rahmatnya kepada berjuta-juta hambanya menurut kehendaknya sendiri sesuai keperluan dan hajatan hambanya.
Maklum cara kami membuat dan mengolah makanan tergolong unik, masak mie di rebus ke dalam panci gede lalu sekira udah matang diangkat danditiriskan, lalu ditempatkan di loyang bundar yang sudah ditaburi bumbu lalu diaduk terus dibagi ke beberapa piring dan box pesanan pelanggan.
Biasanya kami memasaknya jika ada pesanan, mengapa tidak membuatnya dalam jumlah besar saja walaupun belum ada pesanan, jadi begitu ada yang pesan makanan langsung tersaji cepat. Tapi masalahnya membuat dalam jumlah besar membuat makanan cepat dingin dan keras, sehingga makanan tidak hangat lagi jika dihidangkan.